Pesan itu disampaikan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, dalam Rapat Gabungan Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Juli 2026.
"Tinggal beberapa hari lagi (berakhir masa jabatan), semoga kita bisa bertahan dan memperoleh husnul khatimah," katanya.
Kiai Miftach menjelaskan, agenda utama rapat tersebut adalah mendengarkan laporan Tim Survei Lokasi Muktamar ke-35 NU yang telah melakukan peninjauan ke sejumlah pesantren di berbagai daerah.
"Cukup banyak pesantren yang disurvei. Nanti kita dengarkan dan pahami secara saksama, lalu kita rembug bersama dengan niat yang tulus, tanpa kepentingan apa pun," ujarnya.
Ia menegaskan selama ini tidak pernah mengarahkan pilihan kepada lokasi tertentu untuk penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, mekanisme penentuan lokasi pada awalnya diserahkan kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) yang mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.
Namun, karena usulan yang berkembang mengarah pada beberapa pesantren di satu wilayah, proses penetapan lokasi kemudian dikembalikan kepada PBNU.
"Oleh karena itu, sebagaimana penentuan lokasi Munas dan Konbes, kita juga mengirimkan tim survei. Kemarin, untuk Muktamar, tim survei juga telah diterjunkan," katanya.
Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, sebelumnya telah menyepakati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1–5 Agustus 2026. Hingga kini, lokasi penyelenggaraan Muktamar masih dalam proses penetapan.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: