Optimisme Pemerintah Harus Dibarengi Respons Cepat Hadapi Gejolak Pasar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Selasa, 09 Juni 2026, 18:16 WIB
Optimisme Pemerintah Harus Dibarengi Respons Cepat Hadapi Gejolak Pasar
Mardani Ali Sera. (Foto: Dok. PKS)
rmol news logo Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus segera dimitigasi pemerintah agar tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan yang lebih besar di pasar keuangan nasional.

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, mengingatkan bahwa optimisme pemerintah terhadap proyeksi ekonomi makro memang penting, tetapi harus diiringi kewaspadaan terhadap tantangan global yang tidak ringan.

“Optimisme pemerintah dalam pandangan umum terhadap proyeksi ekonomi makro menghadapi tantangan yang tidak mudah. Tekanan nilai tukar dan merosotnya IHSG wajib segera dimitigasi,” kata Mardani lewat akun X miliknya, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan adanya keseimbangan antara pelaksanaan program-program besar nasional dengan tata kelola ekonomi yang sehat, transparan, dan mampu menjaga kepercayaan pasar. Ia menilai komunikasi kebijakan ekonomi juga harus dilakukan secara hati-hati dan meyakinkan.

Mardani menekankan bahwa pasar membutuhkan kepastian arah kebijakan, terutama terkait pengelolaan fiskal, stabilitas moneter, dan iklim investasi. Karena itu, pemerintah diminta menyampaikan kebijakan ekonomi secara lebih komprehensif dan pro pasar tanpa mengabaikan kepentingan rakyat.

“Kebijakan yang seimbang antara program ambisius dengan tata kelola yang baik dan transparan, plus kebijakan yang pro pasar, mesti disampaikan dengan seksama,” ujar politikus PKS tersebut.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak terlalu fokus pada persoalan internal semata, sementara tekanan eksternal terus membesar akibat ketidakpastian ekonomi global, geopolitik, dan gejolak pasar internasional.

“Jangan sampai kita sibuk memandang ke dalam, padahal ancaman tsunami sudah di depan mata,” tegas Mardani.

Mitigasi yang efektif tidak hanya menyangkut intervensi jangka pendek, tetapi juga penguatan fundamental ekonomi melalui peningkatan daya saing industri, pengurangan ketergantungan impor, serta penciptaan iklim usaha yang kondusif. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA