Prabowo Disarankan Jangan Terlalu Spontan soal Urusan Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Kamis, 21 Mei 2026, 13:15 WIB
Prabowo Disarankan Jangan Terlalu Spontan soal Urusan Ekonomi
Analis komunikasi politik Hendri Satrio. (Foto: Dok Pribadi)
rmol news logo Analis komunikasi politik Hendri Satrio mengaku sempat merasa deg-degan menantikan Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Pengantar dan Keterangan Pemerintah atas Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal 2027 di DPR RI pada Rabu kemarin, 20 Mei 2026.

Menurut sosok yang akrab disapa Hensa itu, gaya komunikasi Prabowo yang spontan kerap memunculkan pernyataan tak terduga, khususnya saat berbicara mengenai isu ekonomi.

“Saat saya tahu Presiden Prabowo akan berpidato di DPR, terus terang saya termasuk yang deg-degan. Karena spontannya Pak Prabowo ini kadang-kadang bukan uhuy tapi waduduy. Jadi artinya waduh,” ujar Hensa lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 21 Mei 2026.

Ia mencontohkan pernyataan spontan Prabowo sebelumnya mengenai pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS tidak terlalu berdampak bagi masyarakat desa.

“Masih ingat spontannya Pak Prabowo tentang orang desa tidak pakai dolar,” katanya.

Karena itu, Hensa berharap Presiden lebih berhati-hati dan tidak terlalu spontan ketika menyampaikan isu ekonomi yang sensitif terhadap respons pasar.

“Maka memang saya mengharapkan untuk urusan ekonomi Pak Prabowo tidak spontan,” lanjutnya.

Meski demikian, Hensa menilai karakter Prabowo yang terbuka, humoris, dan spontan menjadi bagian dari gaya personal Presiden dalam berkomunikasi dengan publik.

“Menurut saya memang Pak Prabowo ini orangnya sumringah, menyenangkan. Dalam arti dia itu suka humor dan spontan. Apa yang ada di pikirannya maka disampaikan,” ujarnya.

Namun, menurut Hensa, komunikasi ekonomi pemerintah perlu disampaikan secara lebih serius dan terukur agar dapat menjaga kepercayaan pasar serta membantu perbaikan ekonomi nasional.

“Kenapa saya katakan jangan sampai kemudian terjadi lagi spontan seperti sebelumnya, supaya market juga serius dan akhirnya ekonomi Indonesia perlahan diperbaiki,” katanya.

Ia juga mengamati bahwa dalam pidato di DPR, Prabowo terlihat menggunakan teleprompter saat menyampaikan materi utama presentasi ekonomi pemerintah.

“Tapi memang Pak Prabowo saya melihat berbicara lewat teleprompter untuk hal-hal terkait yang disampaikan di presentasi, setelah itu dia kelihatannya impromptu,” pungkasnya. rmol news logo article


EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA