Berdasarkan pantauan
RMOL, sejak pukul 12.30 WIB, telah hadir Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.
Rosan mengatakan ia diminta datang ke Istana untuk menghadiri undangan makan siang bersama Presiden.
“Undangan makan siang,” jawab Rosan.
Ketika ditanya apakah pertemuan hari ini akan membahas badan ekspor, Rosan tak menampiknya.
“Ini mau lapor mekanismenya. Nanti ya saya laporan dulu,” ujarnya.
Sebelumnya, Prabowo resmi mengumumkan pembentukan badan ekspor melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
Kebijakan itu ditargetkan mampu menutup kebocoran penerimaan negara hingga 150 miliar dolar AS per tahun atau setara Rp2.653,92 triliun.
“Kita perhitungkan potensi yang bisa diselamatkan dari kebocoran itu 150 miliar dolar AS tiap tahun. Apakah kita mampu atau tidak tergantung keberanian kita, tergantung tekad kita, tergantung kita bekerja sama dengan baik atau tidak," kata Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Melalui mekanisme baru tersebut, seluruh ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, besi hingga fero alloy akan dipusatkan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai eksportir tunggal.
Prabowo menegaskan kebijakan itu ditujukan untuk menutup praktik under invoicing, transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor yang selama puluhan tahun dinilai membuat penerimaan negara bocor ke luar negeri.
BERITA TERKAIT: