Pujian Prabowo ke PDIP Tunjukkan Politik Rangkulisme

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Kamis, 21 Mei 2026, 12:50 WIB
Pujian Prabowo ke PDIP Tunjukkan Politik Rangkulisme
Presiden Prabowo Subianto di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, pada Rabu 20 Mei 2026. (Foto: Sekretariat Presiden)
rmol news logo Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna DPR RI mengandung pesan politik penting terkait hubungan pemerintah dengan PDI Perjuangan.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada PDIP yang tetap memilih berada di luar pemerintahan. Menurut Presiden, posisi oposisi yang diambil PDIP menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan demokrasi dan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Adi Prayitno melihat Prabowo sedang menunjukkan sikap menghormati pilihan politik PDIP sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan.

“Hal ini dapat dilihat Prabowo Subianto menghormati pilihan politik yang dipilih PDIP berada di luar kekuasaan dan menjadi penyeimbang terhadap pemerintah,” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 21 Mei 2026.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menilai Prabowo ingin menjaga hubungan politik yang baik dengan semua kalangan, termasuk pihak oposisi yang selama ini cukup aktif mengkritik pemerintah.

“Kita tahu bahwa PDIP di luar kekuasaan per hari ini banyak memberikan kritik, tapi bagi Prabowo Subianto itu adalah semacam vitamin untuk menjaga bagaimana kebijakan politik pemerintah hari ini sesuai dengan harapan,” katanya.

Menurut Adi, dinamika hubungan antara pemerintah dan oposisi dalam politik Indonesia merupakan sesuatu yang wajar dalam sistem multipartai.

“Itulah indahnya politik kita. Kadang saling bersaing kemudian berteman, setelah itu saling bersaing lagi dan seterusnya. Politik kita adalah politik yang penuh dengan kekeluargaan dan kerja sama,” ujarnya.

Adi juga menyoroti sistem presidensial multipartai di Indonesia yang membuat konfigurasi koalisi politik sangat dinamis dan tidak selalu permanen. Karena itu, ia mengingatkan publik agar melihat dinamika politik secara lebih cair dan tidak terlalu kaku.

“Saya selalu mengingatkan di negara kita ini memaknai politik itu biasa-biasa saja,” katanya.

Adi menilai pidato Prabowo tersebut semakin menguatkan pandangan bahwa gaya politik Presiden saat ini mengedepankan pendekatan merangkul semua pihak.

“Oleh karena itu wajar kalau kemudian di tengah pidato politik Prabowo banyak sekali pihak yang semakin menebalkan suatu keyakinan bahwa mazhab politik Prabowo itu adalah mazhab politik rangkulisme. Politik yang menjaga keseimbangan politik dengan berbagai kalangan termasuk juga oposisi,” pungkasnya. rmol news logo article
EDITOR: AHMAD ALFIAN

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA