Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Said Abdullah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin keluarga besar PDIP Jatim sebagai bentuk ibadah sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat kurang mampu.
Menurut Said, makna Iduladha tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga menjadi momentum berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang bekerja di sektor informal.
"Kita melihat penduduk di Jawa Timur sebagian besar bekerja di sektor informal. Ini artinya, mereka bekerja namun kurang layak, pendapatannya rendah,” kata Said dalam keterangannya, Rabu 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimilikinya, sebanyak 64,4 persen penduduk bekerja di Jawa Timur berada di sektor informal. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang mencapai 59,4 persen.
Kondisi itu, lanjut Said, menunjukkan masih banyak pekerja yang belum memperoleh berbagai hak sebagaimana pekerja sektor formal, seperti standar upah layak, jaminan kesehatan, jaminan pensiun, pesangon, hingga hak cuti.
Selain persoalan kesejahteraan, Said juga menyoroti rendahnya tingkat konsumsi daging sapi masyarakat Jawa Timur. Menurutnya, rata-rata konsumsi daging sapi warga Jawa Timur hanya berkisar 6 hingga 9 gram per kapita per minggu, jauh di bawah rata-rata konsumsi masyarakat global yang mencapai 150 hingga 200 gram per kapita per minggu.
Ia menilai kondisi tersebut cukup ironis mengingat Jawa Timur merupakan salah satu sentra produksi sapi terbesar di Indonesia dengan produksi sapi potong dan sapi perah yang mencapai lebih dari 100 ribu ton per tahun.
"Produksi sapi potong dan sapi perah di Jawa Timur lebih dari 100 ribu ton per tahun, yang digunakan untuk memasok kebutuhan daging lokal dan nasional, sementara rakyatnya konsumsi dagingnya, dan kecukupan gizinya rendah,” kata Said.
BERITA TERKAIT: