Prabowo Pakai Rp31 Triliun Uang Sitaan untuk Perbaiki Sekolah dan Rumah Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Jumat, 10 April 2026, 17:01 WIB
Prabowo Pakai Rp31 Triliun Uang Sitaan untuk Perbaiki Sekolah dan Rumah Rakyat
Presiden Prabowo Subianto (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
rmol news logo Dari total uang sitaan negara yang dikumpulkan sejak tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto berniat menggunakannya untuk mendukung program prioritas pemerintah. 

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri penyerahan uang sitaan negara senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Jumat, 10 April 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa pada Oktober 2025, negara berhasil menyelematkan Rp13.255 triliun dalam perkara tindak pidana korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil. 

Kemudian di bulan Desember 2025, kembali mengamankan uang sebesar Rp6.625 triliun, dan terbaru ialah Rp11.420 triliun pada hari ini. 

“Dengan demikian, total uang tunai yang berhasil kita selamatkan sampai hari ini adalah Rp31,3 Triliun," kata Prabowo. 

Menurut Prabowo, pemanfaatan dana besar tersebut berpotensi menggandakan capaian perbaikan sekolah yang selama ini masih terbatas. 

“Tahun lalu kita baru berhasil memperbaiki 17.000 sekolah berarti uang ini bisa dua kali lipat yang mana sekolah-sekolah berbelas tahun tidak mengalami perbaikan," ujarnya.

Selain itu, program renovasi rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga bisa diperluas secara signifikan dengan uang tersebut.

"Kalau membantu renovasi rumah untuk rakyat berpenghasilan rendah ini dapat memperbaiki 500.000 rumah lebih, berarti bisa memberi manfaat kepada 2 juta rakyat kita berpenghasilan rendah," kata Prabowo. 

Untuk itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang telah menjalankan tugasnya dengan baik mengamankan aset pemerintah. 

"Bayangkan kalau tidak kita selamatkan. Kalau tidak Satgas PKH bekerja dengan baik uang ini hilang uang ini tidak bisa dimanfaatkan oleh warga negara oleh rakyat kita,” pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA