Peluncuran gerakan itu ditandai dengan penanaman pohon di depan Rusun Aspol Menteng, Jalan Sutan Syahrir No. 1, Menteng, Jakarta Pusat sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim.
Ketua PC PMII Jakarta Pusat, Mu'ammar Rizal Fauzi mengatakan, krisis lingkungan bukan hanya persoalan ekologi, tetapi juga menyangkut moral, keadilan, dan kepemimpinan.
"Kami menolak isu lingkungan sekadar slogan atau kegiatan seremonial.
Green Movement adalah komitmen nyata untuk hadir di tengah krisis iklim melalui tindakan konkret. Menanam pohon berarti menanam masa depan, menjaga kehidupan, sekaligus membela hak generasi mendatang atas lingkungan yang sehat," ujar Mu'ammar.
Menurutnya, kelompok masyarakat kecil kerap menjadi pihak yang paling terdampak akibat kerusakan lingkungan, mulai dari banjir, polusi, hingga kekeringan. Karena itu, perjuangan menjaga lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya mewujudkan keadilan sosial.
Sebagai organisasi yang berlandaskan nilai
ahlussunnah wal jamaah, PMII memandang manusia memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam.
"Merawat bumi bukan sekadar kepedulian lingkungan, melainkan bagian dari ibadah, tanggung jawab kebangsaan, dan pengabdian kepada kemanusiaan," katanya.
Melalui
Green Movement, PC PMII Jakarta Pusat berkomitmen menjalankan berbagai program berkelanjutan, seperti penanaman pohon, pendidikan lingkungan, kampanye pengurangan emisi karbon, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha.
Ia berharap gerakan tersebut dapat mendorong mahasiswa tidak hanya kritis terhadap berbagai persoalan lingkungan, tetapi juga aktif menghadirkan solusi.
"Menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban moral demi mewariskan Indonesia yang hijau, tangguh, dan berkeadilan bagi generasi mendatang," tutupnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: