Prabowo Minta Kampus Percepat Riset Solar Cell dan PLTS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 05 Maret 2026, 19:54 WIB
Prabowo Minta Kampus Percepat Riset Solar Cell dan PLTS
Mendikti Saintek Brian Yuliarto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta kampus mempercepat riset pengembangan solar cell dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna mendukung segera tercapainya energi bersih di Indonesia. 

Hal itu diungkap oleh Menurut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Menurut Brian, peran aktif perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat riset dan kajian untuk mendukung implementasi teknologi tersebut di berbagai sektor.

“Kami dari perguruan tinggi, riset hasil-hasil penelitian dan juga kajian-kajian itu diminta mendukung percepatan solar cell, PLTS, terutama untuk mengganti pembangkit-pembangkit yang harganya masih mahal, yaitu pembangkit-pembangkit yang berasal dari diesel,” jelasnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, kontribusi perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penyusunan kajian kebijakan serta inovasi yang dapat mempercepat penerapan program transisi energi secara nasional.

Dalam pelaksanaannya, koordinasi berbagai program tersebut akan dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Selain pengembangan energi terbarukan, pemerintah juga mendorong percepatan konversi kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik.

Kebijakan ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar fosil yang harganya sangat dipengaruhi dinamika pasar global.

“Kita tahu dalam keadaan sekarang harga BBM tinggi, sehingga dampaknya sangat besar. Jadi Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri yang terkait untuk mempercepat pelaksanaan ini sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi,” jelasnya.rmol news logo article
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA