Dalam keterangannya usai pertemuan, Nasaruddin menyampaikan bahwa peringatan turunnya Al-Quran tahun ini diputuskan akan dilaksanakan di lingkungan Istana Negara.
“Semuanya ya saya baru saja menghadap Bapak Presiden untuk membicarakan persiapan Nuzulul Quran. Jadi, inshaallah Nuzulul Quran yang akan dilaksanakan di Jakarta tepatnya di Istana Negara,” ungkap Menag kepada awak media.
Ia menjelaskan, sempat ada sejumlah alternatif lokasi pelaksanaan sebelum keputusan diambil.
Beberapa opsi yang dibahas antara lain pelaksanaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Masjid Istiqlal, maupun di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
“Kami bicarakan juga mengenai teknis karena banyak alternatif apakah di IKN apakah di Istiqlal apakah di Istana. Bapak presiden memberi petunjuk kita lakukan di istana negara,” jelas Menag.
Menag berharap Istana Negara bisa menjadi titik temu yang mempererat silaturahmi seluruh komponen bangsa.
“Kami ingin agar peringatan Nuzulul Qur’an ini menjadi ruang silaturahmi kebangsaan. Istana Negara sebagai simbol negara diharapkan dapat menjadi tempat yang merekatkan nilai spiritual dan nilai kenegaraan,” kata dia.
Peringatan Nuzulul Quran akan dihadiri oleh tokoh lintas agama, duta besar negara-negara sahabat, hingga perwakilan masyarakat.
BERITA TERKAIT: