Dalam pertemuan tersebut, Gibran menegaskan peran strategis organisasi kemasyarakatan Islam dalam memperkuat persatuan umat, menjaga konsolidasi kebangsaan, serta mengakselerasi pembangunan nasional.
Audiensi ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sinergi tersebut sejalan dengan visi besar Prabowo Subianto melalui Asta Cita, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, pemantapan persatuan nasional, dan pemerataan manfaat pembangunan hingga ke tingkat komunitas.
Pertemuan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan PUI untuk mempererat silaturahmi dengan para tokoh bangsa sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan. Wapres menyambut hangat jajaran pengurus baru PUI dan mengapresiasi kontribusi organisasi tersebut di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial yang konsisten membina umat serta merawat nilai moderasi dan persatuan.
Ketua Umum DPP PUI, Raizal Arifin, menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi ajang perkenalan kepengurusan baru sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemerintah.
“PUI adalah ormas yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, berdiri sejak 1917. Dua tokoh kami, K.H. Abdul Halim dan K.H. Ahmad Sanusi, turut berperan dalam pendirian Republik Indonesia dan telah dianugerahi gelar pahlawan,” ujar Raizal usai pertemuan.
Ia menegaskan komitmen PUI untuk terus bersinergi dengan pemerintah.
“Kami menyampaikan kesiapan PUI untuk bersinergi dengan seluruh program pemerintah. Insya Allah, PUI berkomitmen mendukung dan menyukseskan agenda pembangunan ke depan,” tegasnya.
Turut hadir pada pertemuan ini, Wakil Ketua Umum PUI K.H. Maman Abdurrahman dan Irfan Ahmad Fauzi, Ketua Dewan Pertimbangan K.H. Nurihsan Zaidi, serta Sekretaris Jenderal PUI Dr. Kana Kurniawan.
BERITA TERKAIT: