Menurut Fatta, derasnya dukungan tersebut menjadi sinyal bahwa atmosfer menuju kontestasi politik berikutnya sudah mulai terasa, meskipun tahapan resmi pemilu masih cukup jauh.
Namun di sisi lain, ia memandang momentum ini justru bisa dimanfaatkan partai politik untuk membangun politik lintas musim.
“Publisitas politik yang dilakukan lebih awal tidak harus berarti mempercepat kontestasi tahun politik, tapi untuk mempertebal kehadiran parpol saja, agar mendapat penguatan akar-akar elektoral,” ujarnya kepada RMOL, Jumat, 20 Februari 2026.
Dia menegaskan, politik tidak boleh hanya muncul setiap lima tahun sekali saat pemilu tiba. Justru di luar musim elektoral, kualitas dan konsistensi partai politik benar-benar diuji.
Ia menambahkan, jika partai menjalankan peran tersebut secara serius dan konsisten, publik akan memiliki ruang yang lebih matang untuk menilai kinerja dan intensitas politik masing-masing partai.
“Mana partai yang memiliki intensitas politik lebih kuat, dan mana yang hanya aktif ketika siklus elektoral mulai dekat," jelasnya.
"Ini kan bukan soal dukung-mendukung dalam kontestasi tahun-tahun yang akan datang, tugas parpol konsisten dalam memastikan kekuasaan tetap bekerja untuk rakyat, kan begitu,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: