Susno mengatakan, undangan pertemuan disampaikan secara mendadak melalui sambungan telepon menjelang salat Jumat.
"Pokoknya ada telepon jam 10 masuk sebelum salat Jumat. Dimohon kehadirannya di Hambalang jam 16.30," kata Susno dalam tayangan YouTube KompasTV, Sabtu 7 Februari 2026.
Namun usai salat Jumat, kata Susno, ada pemberitahuan bahwa lokasi pertemuan dipindah ke kediaman pribadi Prabowo lainnya, di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,
"Selesai salat tahu-tahu ada telepon lagi, pertemuan pindah di Kertanegara," kata Susno.
Dalam pertemuan lima jam tersebut, turut hadir mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu dan pengamat politik Prof. Siti Zuhro.
Hadir pula Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan mantan Kepala Badan Intelijen ABRI Mayjen TNI (Purn) Zacky Anwar Makarim.
Susno menyebut pertemuan resmi dengan Presiden berlangsung sejak pukul 16.30 hingga sekitar 21.15.
Menurut Susno, pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk reformasi Polri.
Dalam pertemuan tersebut, kata Susno, Prabowo memaparkan kebijakan pemerintah secara sistematis dan berbasis data.
"Beliau katakan, saya ini umur sudah sekian, untuk apa lagi kalau bukan untuk negara dan bangsa," kata Susno, menirukan pernyataan Presiden.
Terkait reformasi Polri, Susno mengatakan, seluruh peserta menyampaikan pandangan, bukan hanya dirinya. Ia menekankan esensi reformasi bukan soal struktur kelembagaan.
"Yang dikehendaki rakyat adalah reformasi kultur, agar perilakunya menjadi baik, humanis, dan profesional," kata Susno.
Susno juga menyinggung perdebatan soal Polri berada di bawah presiden atau kementerian.
"Presiden lebih tahu, karena panglima tertinggi Polri itu adalah Presiden. Apakah akan di bawah dia langsung atau di bawah kementerian, itu yang menentukan presiden," pungkas Susno.
BERITA TERKAIT: