Ketua Panitia Pelaksana, H. Nusron Wahid, menegaskan kegiatan tersebut tidak berhenti pada prosesi formal, melainkan menjadi ruang untuk meneguhkan ketenangan jiwa dan kebersamaan bangsa.
Menurut Nusron, Masjid Istiqlal dipilih sebagai lokasi kegiatan untuk memperkuat dimensi spiritual di tengah dinamika kehidupan nasional yang terus bergerak cepat. Ia menyebut kebersamaan dalam doa menjadi fondasi penting dalam merawat keteguhan bangsa.
“Acara ini tidak semata-mata seremoni belaka, namun di Masjid Istiqlal ini, kita jadikan sebagai momentum untuk semakin mendekatakan kepada Allah SWT, menghadirkan ketenangan jiwa di tengah dinamika kehidupan bangsa dalam rangka meneguhkan kebersamaan,” ujarnya saat memberikan sambutan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu 7 Februari 2025, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Ia juga menyebut, kegiatan ini merupakan respons atas berbagai peristiwa kebencanaan yang tengah melanda sejumlah wilayah di Tanah Air, seperti banjir dan tanah longsor. Nusron mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para korban bencana agar wafat dalam keadaan syahid dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semua ini kita lakukan di tengah kenyataan bahwa bangsa ini sedang menghadapi berbagai ujian dan musibah, banjir bandang, tanah longsor, dan berbagai bencana lainnya yang menimpa saudara kita,” kata Nusron.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” yang dihadiri sekitar 50 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto bersama jajaran Kabinet Merah Putih.
Pada kesempatan yang sama, Pengurus Majelis Ulama Indonesia periode 2025–2030 resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar. Prosesi pengukuhan berlangsung di Masjid Istiqlal dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan membacakan Surat Keputusan Dewan Pimpinan MUI Nomor Kep-1/DP-MUI/XI/2025 tentang Susunan dan Personalia Dewan Pimpinan serta Pimpinan Dewan MUI masa khidmah 2025–2030, yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan.
Setelah pembacaan surat keputusan, KH Anwar Iskandar memimpin ikrar pengukuhan pengurus MUI. Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua Komisi Yudisial Abdul Chair Ramadhan, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, serta para menteri koordinator dan menteri Kabinet Merah Putih.
Turut hadir Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Agama KH Nasaruddin Umar, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara lainnya.
BERITA TERKAIT: