Pengamat Komunikasi Digital Universitas Nasional (Unas), Nursatyo, menganalisis bahwa aktivitas digital Teddy berperan signifikan dalam membentuk opini publik yang positif.
"Gaya Teddy ini penting di era banjir informasi sehingga menunjukkan adanya interaksi dan keterbukaan informasi," ujar Nursatyo dalam keterangannya, Kamis 5 Februari 2026.
Menurut Nursatyo, dengan Teddy yang berada di garis depan dalam memberikan bantahan atau klarifikasi, Presiden Prabowo dapat tetap fokus pada peran strategisnya.
"Sikap ‘pasang badan’ Seskab Teddy tujuannya tentu agar Presiden tetap tampil sebagai symbolic leader yang tenang, strategis, dan tidak reaktif," jelasnya.
Ia menambahkan, pola ini efektif karena membuat dinamika konflik, klarifikasi, dan bantahan selesai di level pembantu dekat, tanpa harus melibatkan Presiden secara langsung dalam polemik teknis.
Lebih lanjut, Nursatyo menyoroti konten-konten yang diunggah Teddy, seperti momen kerja keras hingga larut malam. Hal ini menurutnya efektif mengubah persepsi publik terhadap pejabat negara.
"Ini berkontribusi pada narasi bahwa pejabat bukan sekadar birokrat dingin, tetapi sosok yang bekerja nyata dan dekat dengan dinamika keseharian pemerintahan," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: