Ia mengatakan, kesepakatan tersebut saat ini tinggal menunggu penandatanganan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Semua perundingan sudah selesai, legal drafting 90 persen. Kami tinggal menunggu jadwal tanda tangan,” kata Airlangga di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Airlangga menjelaskan, pemerintah RI dan AS akan menyampaikan hasil perjanjian dagang kepada lembaga legislatif masing-masing usai penandatangan.
Untuk diketahui, perundingan tarif resiprokal Indonesia–AS sendiri telah berlangsung sejak April 2025 dan masih didiskusikan sampai saat ini.
Adapun negosiasi ini merupakan kesepakatan lanjutan pada 22 Juli lalu dimana tarif Indonesia diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen.
Indonesia juga mendapat pengecualian tarif resiprokal khusus untuk produk-produk unggulan ekspor di Indonesia seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao.
Sementara Indonesia memberikan komitmen membuka akses pasar bagi AS untuk mengatasi isu-isu hambatan non-tarif yang menghambat kerja sama antar kedua negara.
BERITA TERKAIT: