Dikatakan Wakil Ketua MPR, Eddy Soeparno, pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Charles III di Inggris memiliki makna strategis, mengingat Raja Charles dikenal sebagai tokoh global yang memiliki komitmen kuat terhadap isu perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.
“Kami meyakini pertemuan tersebut akan membuka peluang kerja sama yang lebih konkret antara Indonesia dan Inggris dalam bidang transisi energi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pembiayaan hijau,” kata Eddy dalam keterangan tertulis, Rabu 21 Januari 2026.
Kata Eddy, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam dan biodiversitas yang besar, sehingga kolaborasi global sangat dibutuhkan agar pembangunan ekonomi berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.
Berkaitan dengan agenda Pidato Presiden Prabowo di Davos, Eddy menyambut positif kehadiran Indonesia di forum ekonomi global tersebut yang merupakan kesempatan penting untuk menyampaikan arah kebijakan pemerintah yang menekankan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, penguatan ketahanan energi nasional, serta komitmen terhadap pembangunan rendah karbon.
Kata Wakil Ketua Umum PAN itu, dia yakin pidato Presiden Prabowo di Davos akan memberikan keyakinan kepada komunitas internasional dan para investor bahwa Indonesia serius membangun ekonomi yang tangguh, mandiri secara energi, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Pesan ini penting agar Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dalam investasi hijau dan ekonomi masa depan," katanya.
Eddy menegaskan bahwa diplomasi ekonomi dan lingkungan yang dilakukan Presiden Prabowo di panggung global perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan konkret di dalam negeri, termasuk penguatan regulasi, percepatan transisi energi bersih, serta perlindungan ekosistem dan masyarakat lokal.
“MPR RI tentu berharap seluruh hasil pertemuan dan forum internasional tersebut dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang membawa manfaat langsung bagi rakyat,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: