Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan, lonjakan inflasi juga dialami sejumlah provinsi lain yang terdampak bencana hidrometeorologi, yakni Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Inflasi di Sumatera Utara tercatat sebesar 1,66 persen, sementara Sumatera Barat sebesar 1,48 persen.
“Aceh, Sumut dan Sumbar inflasi Desember setelah deflasi di November. Tiga provinsi ini tingkat inflasi tertinggi pada Desember 2025. Penyebabnya adalah kenaikan harga komoditas akibat efek bencana pada akhir November 2025,” papar Pudji dalam konferensi pers pada Senin, 5 Januari 2026.
Di Aceh, inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga beras yang memberikan andil inflasi sebesar 0,88 persen. Selain itu, bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,26 persen.
Sementara itu, inflasi di Sumatera Utara didorong oleh kenaikan harga cabai rawit dengan andil inflasi 0,41 persen serta bawang merah sebesar 0,24 persen.
Adapun di Sumatera Barat, inflasi terutama terjadi oleh komoditas bawang merah dengan andil 0,22 persen dan cabai rawit sebesar 0,18 persen.
BERITA TERKAIT: