Pemerintah Diminta Turun Atasi Ancaman Kental Manis pada Anak di Aceh Tamiang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/bonfilio-mahendra-1'>BONFILIO MAHENDRA</a>
LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA
  • Senin, 09 Maret 2026, 10:10 WIB
Pemerintah Diminta Turun Atasi Ancaman Kental Manis pada Anak di Aceh Tamiang
Warga mendapat penyuluhan petugas Puskesma Sekerak di tenda pengungsian desa Serba dan Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang (Foto: Dokumen Istimewa)
rmol news logo Pangan bergizi yang tinggi protein masih jadi persoalan bagi masyarakat di wilayah terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. 

Akses pangan yang beredar di masyarakat lebih banyak berupa makanan praktis yang mudah didistribusikan dan disimpan, seperti mie instan dan susu kental manis. Padahal, konsumsi pangan tersebut secara terus-menerus tidak ideal khususnya anak-anak dan balita yang membutuhkan asupan gizi lebih lengkap untuk mendukung pertumbuhan.

Penyuluh Kesehatan Puskesmas Sekerak, Aceh Tamiang, Ersyad menjelaskan, konsumsi kental manis dalam jangka panjang bisa mengganggu pola makan anak karena kandungan gulanya yang tinggi dapat menimbulkan rasa kenyang semu. 

"Akibatnya, anak cenderung enggan mengonsumsi makanan bergizi lainnya. Jangka pendeknya bisa ke stunting. Karena konsumsi susu kental manis bisa menghasilkan efek kenyang yang palsu. Anak-anak nantinya bakal mengutamakan kental manis, ketimbang makan,” kata Ersyad dalam keterangan resmi, Senin 9 Maret 2026.

Ketua PC Muhammadiyah Sama Dua Aceh Selatan, Denni Taufiqurrahman yang aktif turun menjadi relawan di Aceh Tamiang juga mengungkapkan bahwa keterbatasan akses membuat masyarakat sulit mendapatkan sumber protein untuk anak-anak.

“Terkait kebutuhan protein, ya ala kadarnya. Apalagi saat Ramadan ini, anak-anak juga sebagian ada yang puasa, ada juga yang tidak puasa, tapi untuk kebutuhan ini masih sangat minim,” ujar Denny.

Selain bahan pangan bergizi, ketersediaan air bersih juga masih menjadi persoalan utama bagi masyarakat.

“Jadi sempat saya bertanya beberapa desa, kebutuhan yang paling urgent itu apa saja? Dari pihak kepala desa mengatakan fasilitas air,” ungkap Denny.

Rupanya, keterbatasan bahan pangan dan air bersih karena akses jalan terhambat salah satunya terjadi di desa Serba dan Pematang Durian, Kabupaten Aceh Tamiang.rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA