Pernyataan Tiyo menyebut seekor kucing dengan nama yang diduga menghina Presiden Prabowo Subianto dinilai telah melampaui batas dan mengandung unsur penghinaan terhadap Kepala Negara.
Ketua DKD Garda Prabowo Jatim, Denny Hermanto menegaskan, sebagai negara demokrasi, Indonesia memang menjamin kebebasan berekspresi bagi setiap warga negaranya. Namun kebebasan tersebut bukan berarti ruang tanpa batas yang bisa menabrak etika, norma sosial, dan hukum.
Kritik terhadap jalannya pemerintahan adalah hal yang sah dan menyehatkan demokrasi, asalkan disampaikan secara objektif dan konstruktif, bukan menyerang kehormatan personal.
"Kami mengecam setiap bentuk penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia yang dipilih secara sah oleh rakyat melalui proses demokrasi. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi penghinaan tidak dapat dibenarkan," tegas Denny dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 16 Juni 2026.
Denny mengingatkan kedudukan presiden bukan sekadar individu pemegang pucuk pemerintahan, melainkan simbol negara yang merepresentasikan kedaulatan rakyat.
Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dan mampu membedakan antara mengkritik kebijakan publik dengan tindakan merendahkan martabat lembaga negara.
"Demokrasi yang sehat bukan demokrasi yang dipenuhi caci maki dan penghinaan. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menghadirkan gagasan, argumentasi, serta kritik yang membangun demi kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia," cetusnya.
Di tengah tantangan strategis bangsa saat ini seperti persoalan ekonomi, pendidikan, ketahanan pangan, hingga persaingan global, Denny menilai energi bangsa seharusnya dialokasikan untuk pemikiran-pemikiran konstruktif demi persatuan nasional.
Garda Prabowo Jatim pun mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda dan mantan aktivis mahasiswa untuk menjadi motor penggerak ruang diskusi publik yang edukatif, santun, dan solutif.
"Mari kita jaga demokrasi yang sehat dengan kritik membangun, bukan penghinaan yang dapat merusak persatuan bangsa. Indonesia membutuhkan persatuan, kedewasaan politik, dan semangat kebangsaan dari seluruh elemen masyarakat," pungkas Denny.
BERITA TERKAIT: