Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Kementan Gandeng Kemdikti Saintek Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Rabu, 26 Februari 2025, 18:07 WIB
Kementan Gandeng Kemdikti Saintek Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman/Ist
rmol news logo Kementerian Pertanian dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menjalin kerja sama strategis dalam penelitian dan pengembangan sektor pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Sinergi ini bertujuan meningkatkan produktivitas komoditas pertanian dengan memanfaatkan riset dan inovasi teknologi dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen, Kementan dan Kemdikti Saintek menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk penelitian jangka panjang dan berkelanjutan pada komoditas berproduktivitas rendah, seperti padi, jagung, bawang putih, tebu, sapi, kedelai, pupuk, ubi kayu, dan gandum.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa kolaborasi ini mencakup penelitian mendalam guna meningkatkan produktivitas pertanian. Penelitian ini melibatkan dosen dan mahasiswa mulai dari jenjang S1 hingga S3.

“Salah satu target utama adalah meningkatkan produksi padi dari 10 ton menjadi 30 ton per hektar. Jika semua pihak terlibat, saya yakin target ini tercapai,” ujar Amran dalam keterangan tertulis, Rabu 26 Februari 2026.

Amran menekankan pentingnya hilirisasi hasil penelitian yang dapat bermanfaat langsung untuk masyarakat, termasuk memberikan hak paten mahasiswa ke industri atau mengarahkan inovasi pertanian ke Kementan untuk meningkatkan kesejahteraan. 

“Yang sudah berhasil harus terus ditingkatkan, sementara yang belum diteliti secara mendalam harus kita dorong agar mendapat perhatian lebih,” tuturnya.

Sementara Mendikti Saintek Brian Yuliarto menambahkan bahwa sektor pendidikan memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan sektor pangan. 

“Industri pangan memerlukan SDM yang berkualitas, dan melalui sinergi ini, kita dapat menghasilkan SDM yang kompeten dan siap mengatasi tantangan di sektor pangan,” pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA