PDIP menugaskan Tri Rismaharini, mantan Walikota Surabaya yang terkenal dengan kepemimpinannya yang tegas, untuk maju bersama KH Zahrul Azhar Asad (Gus Hans) sebagai calon wakil gubernur.
Risma akan berhadapan dengan rivalnya, Khofifah Indar Parawansa, yang merupakan petahana Gubernur Jawa Timur, didampingi Emil Dardak sebagai calon wakil gubernur. Khofifah dan Emil diusung oleh koalisi besar partai-partai politik.
Sementara itu, PKB mengusung Luluk Nur Hamidah, seorang politisi muda dengan pengalaman luas di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat, bersama Lukmanul Hakim sebagai calon wakil gubernur.
"Ini perlu diapresiasi, artinya surplus dalam calon pemimpin masa depan dari kalangan perempuan itu tumbuh subur di Jawa Timur," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, kepada
RMOL, Senin (9/9).
Ketiga kandidat perempuan, yang disebut "Srikandi", akan bersaing untuk mendapatkan suara dari basis pemilih perempuan. Selain itu, pertarungan juga akan memanas di kalangan pemilih Nahdliyin, terutama antara Khofifah dan Luluk.
"Ini menunjukkan adanya dua segmentasi pemilih yang akan menjadi target utama dari tiga kandidat perempuan ini, yakni pemilih perempuan dan pemilih Nahdliyin," ujar Adi Prayitno.
Dengan kondisi ini, Pilkada Jawa Timur diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin yang berkualitas, tetapi juga menjadi cerminan pertumbuhan keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan di Indonesia.
BERITA TERKAIT: