Pantauan
RMOL, Megawati hadir bersama Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto; Ketua Tim Pemenangan Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis; dan kader muda PDIP, Aryo Seno Bagaskoro.
Kedatangan Megawati langsung disambut Dolorosa. Presiden Kelima RI ini lantas diajak melihat beberapa monumen hasil karya yang menceritakan tentang sejarah Indonesia sewaktu Presiden pertama RI Soekarno memimpin, salah satunya monumen "Indonesian History of Mass Murdered 1965-1966".
Megawati juga diajak melihat patung karya Dolorosa terbaru. Satu-persatu, Dolorosa menjelaskan filosofi patung buatannya, mulai dari yang berbahan besi, aluminium foil, hingga kayu.
Menariknya, Megawati merasakan kebatinan patung kayu buatan Dolorosa setinggi sekitar 2 meter, yang secara sepintas menampilkan seorang perempuan.
Dolorosa menceritakan kepada Megawati tentang sosok perempuan yang dibuat patung, dimana ternyata dia merupakan Aktivis 98 bernama Ita Martadinata.
"Ini Ita, korban 1998. Ketika dia mau bersaksi diajak Munir di depan United Nations High for Human Rights (OHCR) di New York, dia dikabarkan mati di rumahnya karena dikabarkan ada perampokan. Saya beri dia nyawa, sebagai persaksian ke kita," urai Dolorosa menjelaskan.
Penjelasan Dolorosa ini direspons singkat oleh Megawati, yang intinya meyakini Ita Martadinata mengetahui kejadian pemerkosaan para perempuan Tionghoa saat kerusuhan 1998 terjadi.
"Dia tahu itu," singkat Megawati tertegun.
BERITA TERKAIT: