Dimensy.id Mobile
Dimensy.id
Apollo Solar Panel

Hindari Intervensi Berlebihan Jokowi, Prabowo Disarankan Mundur dari Menhan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Minggu, 24 Maret 2024, 07:42 WIB
Hindari Intervensi Berlebihan Jokowi, Prabowo Disarankan Mundur dari Menhan
Presiden RI Joko Widodo dan Menhan Prabowo Subianto/Ist
rmol news logo Calon Presiden Prabowo Subianto yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pemenang Pilpres 2024 disarankan untuk segera mundur dari posisi Menteri Pertahanan (Menhan) Kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Direktur Lembaga Riset Lanskap Politik Indonesia, Andi Yusran, Prabowo lebih baik mundur untuk menghindari intervensi berlebihan dari Jokowi.

"Idealnya Prabowo mundur agar bisa lebih konsentrasi menyusun kabinet dan persiapkan perencanaan pembangun," kata Andi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/3).

Analis Politik Universitas Nasional itu melanjutkan, sidang kabinet yang membahas program makan siang gratis meski Prabowo belum dilantik adalah bentuk intervensi Jokowi.

"Kok ada pemerintahan yang akan berakhir masa jabatannya membuat perencanaan pemerintahan baru?" tegas Andi keheranan.

"Itu intervensi berlebihan dan menyalahi sistem perencanaan pembangunan dan penganggaran negara," tukasnya.

Dari hasil rekapitulasi, Prabowo-Gibran memperoleh suara 96.214.691. Sementara itu, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mendulang 40.971.906 suara nasional, sedangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD memperoleh 27.040.878 suara nasional.

Adapun total suara sah sebanyak 164.227.475 juta sebagaimana yang tercantum model Hasil D. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA