Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata mengatakan, acara ini bertema "Ngariung Ngalawan Korupsi". Media massa, kata dia, merupakan kekuatan keempat dalam demokrasi di Indonesia.
Hal itu membuat media massa memiliki peran yang sangat besar untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap sistem pemerintahan di Indonesia.
"Pengawasan dari media massa sangat berpengaruh besar bagaimana kami di KPK menjalankan UU yang diamanatkan kepada kami. Silakan terus mengkritisi kami demi mewujudkan tata kelola dan sistem kerja yang maksimal," ujar Alex kepada wartawan.
Alex berharap, media tidak pernah lelah memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang program Trisula Pemberantasan Korupsi, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan.
Adapun dalam pelaksanaannya, Trisula Pemberantasan Korupsi dilakukan secara simultan dan saling berkaitan agar pemberantasan korupsi berjalan secara efektif.
Dengan informasi yang diberikan para jurnalis kata Alex, KPK berharap masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke bisa memahami, mengetahui, peduli dan pada akhirnya terlibat untuk saling bersinergi dalam memberantas korupsi.
Mengingat, masifnya keterlibatan masyarakat niscaya menguatkan keyakinan bahwa cita-cita Indonesia terbebas dari tindak pidana korupsi bisa terwujud dalam waktu dekat.
"Sebenarnya korupsi itu tidak banyak. Kasus yang hari ini terjadi sebenarnya karena mereka tidak mengetahui bahwa tindakan yang dilakukan masuk dalam ranah korupsi. Sayangnya mereka pun diam saja. Di sinilah peran jurnalis sangat dibutuhkan," kata Alex.
Di sisi lain kata Alex, hasil karya jurnalis juga banyak yang dijadikan sebagai bahan KPK dalam penyelidikan tindak pidana korupsi yang terjadi. Hal ini menandakan adanya sinergi antara peran serta masyarakat, jurnalis, dan KPK.
"Kalau ada yang tidak beres, sampaikan. Teman wartawan selain menjalankan profesi kami berharap juga menjadi penutan dalam rangka pencegahan dan pendidikan," terang Alex.
Kegiatan media gathering ini diisi dengan diskusi media dengan beberapa tema seperti "Peran Media dalam Meningkatkan Kesadaran Publik terhadap Korupsi, Pencegahan Korupsi di sektor Energi dan Pangan, dan Kontribusi Media dalam Penegakan Hukum".
Selain itu, dalam kegiatan ini secara simbolis KPK juga akan memberikan tiga unit tempat sampah kepada masyarakat sekitar sebagai perlambang Trisula Pemberantasan Korupsi. Nantinya, tempat sampah ini akan diberikan oleh Pimpinan KPK, Struktural KPK, dan perwakilan jurnalis.
KPK juga akan menanam sebanyak sembilan pohon sebagai simbol sembilan nilai antikorupsi yaitu jujur, disiplin, bertanggung jawab, adil, berani, peduli, pekerja keras, mandiri, dan sederhana. Melalui kegiatan tanam pohon, KPK juga ingin mengajak para jurnalis serta masyarakat umum untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan ini, dihadiri langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Nurul Ghufron, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK Cahya H. Harefa, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri, Jurubicara Bidang Pencegahan KPK Ipi Maryati, dan pejabat struktural KPK lainnya.
BERITA TERKAIT: