Komaidi Notonegoro: Menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Sama Saja Membela Orang Kaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Selasa, 13 September 2022, 21:11 WIB
Komaidi Notonegoro: Menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Sama Saja Membela Orang Kaya
Diskusi publik yang digelar Penggerak Milenial Indonesia (PMI), di Fifo Resto and Cafe, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten/Ist
rmol news logo Upaya penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sama halnya dengan membela orang kaya. Hal ini, jika melihat konsumsi BBM subsidi khususnya Pertalite yang banyak juga dinikmati kelompok ekonomi mampu.

Begitu pandangan yang disampaikan Direktur Eksekutif Reforminer Institue, Komaidi Notonegoro dalam diskusi publik yang digelar Penggerak Milenial Indonesia (PMI), di Fifo Resto and Cafe, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (13/9).

“Terkait penolakan kenaikan harga BBM, itu sama halnya dengan upaya membela orang-orang kaya, sebab pengguna bahan bakar jenis Pertalite umumnya didominasi oleh orang mampu,” ujar Komaidi.

Dia membeberkan terkait data pengguna bahan bakar bersubsidi yang mencatat 70 persen penggunanya adalah pemilik roda empat. Sementara roda dua hanya 30 persen dengan secara keseluruhan penggunanya didominasi oleh orang-orang kaya.

“Jadi, secara akumulatif pengguna Pertalite didominasi oleh orang-orang kaya,” katanya.

Pada sisi lainnya, Komaidi memaparkan, penduduk miskin Indonesia pada tahun 2022 mencapai angka 26,11 juta jiwa. Rata-rata dari mereka tidak mempunyai kendaraan bermotor, sebab hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan primer.

“Alokasi BBM bersubsidi, umumnya tidak kepada mereka. Artinya, subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah untuk mensubsidi orang mampu di Indonesia, bukan orang miskin,” pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA