"Industri alat angkutan merupakan salah satu industri yang tumbuh cepat dan hingga Q2-2022, industri alat angkutan mampu meneruskan tren pemulihan dan tumbuh 7,35% dengan
share terhadap PDB yaitu 1,36%," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat peluncuran produksi perdana Wuling Air EV di PT. SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia Cikarang, Jawa Barat, Senin (8/8).
Pada kunjungan kerja tersebut, Menko Airlangga resmi membuka peluncuran produksi perdana mobil Wuling Air EV buatan Indonesia. Menko Airlangga juga berkesempatan meninjau
general assembly pabrik Wuling dan melakukan
test drive mengendarai mobil Wuling Air EV.
Mengutip data
Bloomberg, potensi permintaan Electric Vehicle (EV) di dunia diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai sekitar 55 juta unit EV hingga tahun 2040.
Untuk menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung agenda
Conference of Parties tentang Perubahan Iklim (COP21), Indonesia telah menerbitkan Perpres 55/2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB)/BEV untuk Transportasi Jalan serta mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan dan pengembangan ekosistem industri KBL-BB melalui Peta Jalan Industri Otomotif Nasional dan Peta Jalan Pengembangan Industri KBL-BB.
Sejalan dengan itu, peluncuran kendaraan baterai atau
electric vehicle diharapkan dapat menciptakan
net zero emission.
"Dengan semakin banyak kota-kota yang menggunakan EV, tingkat pencemaran lingkungannya diharapkan juga semakin menurun,†lanjut Ketua Umum Partai Golkar ini.
Selain Airlangga, agenda tersebut juga dihadiri Menteri Perindustrian, Agung Gumiwang Kartasasmita; Dutabesar Cina untuk Indonesia, Lu Kang; dan beberapa pejabat serta Direktur Wulings Motor, Shi Guoyong.
BERITA TERKAIT: