Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto saat ditanya soal arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait pencapresan dari PDIP.
Diketahui, nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belakangan ramai diperbincangkan lantaran dianggap menjadi jagoan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2024 nanti. Indikasi itu dikuatkan saat Jokowi secara tersirat menyinggung masalah pencapresan di acara Raker Projo beberapa waktu lalu.
“Arahannya (Megawati) kita ini kan satu keluarga besar yang menyatukan diri dalam organisasi PDIP. Dengan sejarah yang begitu panjang, dengan cita-cita besar untuk Indonesia Raya,†kata Hasto kepada wartawan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (8/6).
“Sehingga semuanya berdisiplin dan terkait dengan Pilpres 2024,†imbuhnya menegaskan.
Hasto menegaskan, mekanisme pencapresan PDIP sudah berjalan sejak lama. Itu pun sudah diterapkan dengan saat Jokowi didapuk menjadi capres dari PDIP.
“Lahirlah Pak Jokowi pada tahun 2014, dan lahirlah banyak pemimpin bangsa dan pemimpin daerah,†tuturnya.
Hasto menambahkan, sinyal dukungan PDIP sendiri untuk pencapresan 2024 berjalan baik seperti biasanya. Meskipun Jokowi secara sempat menyinggung masalah pencapresan di acara Raker Projo beberapa waktu lalu ada Ganjar Pranowo.
“Ya sinyalnya baik-baik saja, tadi kita lihat kemarin juga pertermuannya berlangsung baik beliau secara periodik bertemu berdialog bangsa dan negara. Dan Presiden sendiri mengatakan hubungannya dengan Bu Mega kan hubungan batin,†katanya.
“Hubungan ibu dan anak itu sudah tahap ya cukup dalam tahap yang penuh dengan suasana kebatinan,†demikian Hasto.
BERITA TERKAIT: