"Marahnya Jokowi bisa saja karena melihat kinerja menterinya rendah. Namun hal itu juga menjadi tanya, mengingat yang dimarahi presiden itu sesuatu yang sudah diketahui umum,†ujarnya kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/3).
Tidak hanya aneh. Kemarahan itu juga menjadi tanda Jokowi telat dalam merespon isu yang berkembang di masyarakat. Salah satunya tentang wacana penambahan masa jabatan presiden yang didengungkan oleh lingkaran terdekatnya.
"Jadi, seharusnya presiden sudah mengetahui hal yang menjadi objek marahnya. Karena itu, menjadi aneh bila presiden baru marah sekarang,†ucapnya.
Menurutnya, kemarahan Presiden Joko Widodo kali ini sama dengan sebelumnya. Yaitu tidak berhubungan dengan rencana merombak kabinet.
"Jadi, marahnya Jokowi tampaknya bukan menjadi bagian dari evaluasi. Sebab, hal itu sudah sering dilakukan presiden. Karena itu, marahnya Jokowi kiranya tidak berhubungan dengan reshuffle,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: