Seruan itu disampaikan Firli saat memberikan sambutan di acara upacara pengangkatan dan pengambilan sumpah dan janji jabatan Penuntut Umum KPK yang diselenggarakan di Gedung Juang Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin siang (21/2).
"Saya mengajak kita semua untuk mengingat kembali seruan Panglima Besar Jenderal Soedirman, 'Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih. Akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi'," ujar Firli.
Firli berharap, seruan tersebut dapat membakar dan memperteguh semangat juang segenap insan KPK. Ia berharap, para jaksa penuntut KPK yang telah dilantik siap berperang melawan korupsi hingga titik darah penghabisan.
"Sebagai bentuk kecintaan kita dan pengabdian kita, kesetiaan kita kepada Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI," kata Firli.
Dalam acara pelantikan ini, Firli menyampaikan pesan kepada 55 Jaksa yang menjadi Penuntut Umum di KPK.
Beberapa pesan itu, yakni: tingkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, tidak berhenti berdoa dalam melaksanakan tugas, diberikan kesehatan, keselamatan, kenyamanan, dan terus berbakti kepada bangsa dan negara.
"Kedua, tingkatkan terus kemampuan dan profesionalitas, dan berusahalah untuk menjadi manusia yang berhasil, bukan hanya manusia yang berhasil, tetapi untuk menjadi manusia yang berguna," jelas Firli.
Selanjutnya, menjunjung tinggi kehormatan negara dan memulihkan profesi Jaksa sebagai insan Adhiyaksa yang bertugas di KPK.
"Pegang teguh sumpah jabatan dan tegak hormati asas-asas tugas pokok KPK," tutur Firli.
Dalam kesempatan ini, Firli juga mengajak seluruh insan KPK untuk bekerja untuk bangsa, dan mengabdikan diri untuk negeri sampai Indonesia bebas dari korupsi.
"Bekerjalah secara profesional tanpa pandang bulu, bekerja didasarkan bukti yang cukup dan kecukupan bukti, bukan mencari kesalahan, tapi buktikan atas kesalahan dengan kelengkapan bukti, karena prinsip KPK bekerja tanpa pandang bulu," pungkas Firli.
BERITA TERKAIT: