Saran itu disampaikan oleh analis politik Hendri Satrio dalam acara diskusi politik Indonesia Point Seri 4 bertemakan Bedah Komunikasi Politik Puan Maharani yang dilakukan secara hybrid, Jumat (18/2).
Pria yang akrab disapa Hensat ini mengatakan, dalam situasi seperti saat ini kehadiran Puan di Desa Wadas amatlah penting. Apalagi, anggotanya di parlemen yakni Komisi III telah mendengarkan langsung aspirasi warga Desa Wadas beberapa hari lalu.
Kata Hensat, kehadiran Puan ke Desa Wadas bukan hanya berdampak elektoral tapi juga mengkonfirmasi hasil kunjungan kerja anggota di Senayan.
“Menurut saya yang paling dekat itu dia ke Wadas,†kata Hensat.
Penggagas lembaga survei KedaiKOPI ini mengapresiasi Puan Maharani yang marah-marah terhadap kebijakan Permenaker 20/2022 terkait Jaminan hari tua yang harus dicairkan di usia 56 tahun.
Meski demikian, Hensat mengkoreksi harusnya Politisi PDIP itu tidak hanya bicara keras, tetapi langsung meminta Komisi terkait untuk segera memanggil Menkaer Ida Fauziyah.
Dia menambahkan, Puan harus mendekati warga Wadas yang saat ini membutuhkan bantuan. Selain itu, politisi yang digadang-gadang akan diusung PDIP di Pilpres mendatang itu juga mendekati buruh.
“Ke Wadaslah, dan kemduian kedua menemui buruh tentang JHT,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: