Cak Imin Minta Jokowi Dukung NU dan Muhammadiyah Raih Nobel Perdamaian 2022

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Rabu, 16 Februari 2022, 13:42 WIB
Cak Imin Minta Jokowi Dukung NU dan Muhammadiyah Raih Nobel Perdamaian 2022
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar/Ist
rmol news logo Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar mengusulkan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai peraih nobel perdamaian 2022-2023 di Norwegia.

Menurut Ketua Umum DPP PKB ini, ormas seperti NU dan Muhammadiyah sangat layak menerima nobel perdamaian karena kiprahnya selama ini.

“Saya dengan ini akan secara resmi mengajukan nominasi NU-Muhammadiyah sebagai wakil Indonesia untuk penerima Hadiah Nobel Perdamaian 2022 atau 2023,” kata pria yang karib disapa Cak Imin ini dalam Konferensi Pers di Media Centre DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2).

Sebagai bentuk keseriusannya, Cak Imin akan mengambil membentuk tim teknis untuk menulis surat pencalonan resmi. Setelah itu ia akan mengirimkan kepada panitia di Parlemen Norwegia.

Selain itu, Cak Imin mengatakan dirinya akan meminta Presiden Jokowi memberikan surat dukungan resmi kepada pencalonan tersebut.

“Saya sungguh-sungguh mengajak semua kalangan dan wabilkhusus bersama Presiden Jokowi, memohon beliau memberi support sepenuhnya,” ujarnya.

Sebab, sebagai Presiden RI, Jokowi juga sangat berhak mengajukan pencalonan dan atau memberikan dukungan kepada nominasi.

“Terakhir, kami akan bertemu dengan Dubes Norwegia di Jakarta untuk menyerahkan surat pencalonan tersebut. Kami juga akan menemui dan berdialog dengan Ketua Parlemen Norwegia di Oslo untuk menyerahkan pencalonan tersebut,” ucapnya.

Cak Imin meyakini baik NU-Muhammadiyah telah terbukti mengukir prestasi dan jasa besar bagi perdamaian di Indonesia dan dunia.

Bukti konkretnya, ditambahkan Cak Imin, antara lain: pertama, Indonesia yang damai, toleran dan bersatu hanya bisa terjadi berkat peran aktif dan sumbangsih NU-Muhammadiyah.

Dengan ajaran Islam yang rukun dan welas asih, maka NU-Muhammadiyah telah merajut dan merawat kompatibilitas antara Islam dan demokrasi, perdamaian, pencegahan konflik dan kebebasan beragama dan berkeyakinan.

“Berkat NU-Muhammadiyah, Indonesia dapat menjadi contoh negara dengan penduduk muslim terbesar dan menjalankan sistem demokrasi dan negara yang stabil dan aman,” tandasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA