Erick Thohir menargetkan ada 10.000 unit Pertashop di seluruh Indonesia. Diyakini hal ini akan berdampak signifikan terhadap kelangsungan energi di daerah, sekaligus penyerapan tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi rakyat terutama di pedesaan.
Langkah Erick Thohir ini dinilai baik oleh anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron. Sebab, hal itu bisa mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dan menciptakan lapangan kerja baru di daerah.
“Jika betul tercapai tentu akan menciptakan lapangan kerja baru, namun harus benar-benar dipastikan bahwa penerima Pertashop adalah lembaga masyarakat, bukan para pemilik modal besar,†kata Herman Khaeron kepada wartawan, Selasa (15/2).
Ditambahkan politikus Partai Demokrat ini, selain mendekatkan pelayanan dan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di desa-desa, kehadiran Pertashop juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
“Perihal apakah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, konsepsinya memang sebagai pendorong ekonomi rakyat, dan mendekatkan pelayanan keterjangkauan dan ketersediaan BBM kepada konsumen di desa-desa,†ucapnya.
Meski sudah dijelaskan bahwa kehadiran Pertashop di desa-desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, namun Komisi VI DPR RI selaku partner kerja Kementerian BUMN akan tetap melakukan evaluasi terkait penyaluran program Pertashop ini.
Untuk itu Herman Khaeron meminta PT Pertamina memastikan dan mengharmonisasikan hubungan antara pihak SPBU dan Pertashop, agar persaingan bisnis antarkedua pihak ini tidak terjadi. Di mana ujungnya bisa buruk bagi masyarakat bermodal kecil.
BERITA TERKAIT: