Ridwan Kamil: Jakarta Tidak Pernah Didesain sebagai Ibukota

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/agus-dwi-1'>AGUS DWI</a>
LAPORAN: AGUS DWI
  • Rabu, 26 Januari 2022, 17:52 WIB
Ridwan Kamil: Jakarta Tidak Pernah Didesain sebagai Ibukota
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil/Ist
rmol news logo Berdasarkan kajian sejarah, Jakarta sebenarnya tidak dipersiapkan menjadi Ibukota Negara. Sebab, berkaca pada sejarah, ada tiga lokasi yang sempat disurvei untuk dijadikan ibukota yakni Bandung, Malang, dan Surabaya.

"Jadi saya baca sebenarnya di zaman kolonial, Batavia itu tidak cocok jadi ibukota. Saat ada pandemi namanya malaria, yang mati itu ribuan, jadi diputuskanlah oleh pemerintah kolonial memindahkan ibukota. Disurvei di tiga lokasi Malang, Surabaya, Bandung, yang dipilih adalah Bandung dengan segala perhitungan," papar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, melalui keterangannya, Rabu (26/1).

Rencana pemerintahan kolonial saat itu memindahkan ibukota ke Bandung, lanjut Ridwan Kamil, terbukti dengan mulai berpindahnya kantor pemerintahan hingga markas militer.

"Pindahlah semua militer di Indonesia, ngumpulnya di Bandung dan Cimahi. Pindahlah Kementerian Perhubungan, makanya PT KAI sampai sekarang kantor pusatnya di Bandung, pindahlah Kementerian ESDM makanya ada Museum Geologi," jelasnya.

"Akan tetapi Jepang keburu datang. Terputuslah ibukota negara versi pemerintah kolonial itu oleh takdir sejarah. Jadi Jakarta itu tidak pernah didesain sebagai ibukota," tambah Emil, sapaan akrabnya.

Lanjut Emil, pada intinya pemerintah Indonesia belum punya ibukota yang secara fundamental mewakili nilai kebangsaan. Sehingga Jakarta berkembang menjadi mesin ekonomi dominan dan mengambil banyak peran sangat besar.

"Republik ini sebelumnya tidak pernah punya sejarah mendesain ibukotanya yang benar fundamental dan mewakili semua nilai kebangsaan, itu belum pernah ada di Jakarta. Akibatnya apa? Jakarta mengambil semua peran sebagai kota bisnis, kota pemerintahan, kota pendidikan," tuturnya.

Dampak dari roda pemerintahan dan ekonomi yang terlalu bertumpu di Jakarta, segala bentuk gejolak di Jakarta bisa berisiko melumpuhkan aktivitas keduanya dengan mudah.

Soal rencana kepindahan Ibukota Negara ke Kalimantan, Ridwan Kamil menyebut hal itu sudah datang sejak era Presiden Soekarno.

"Saat itu Bung Karno menghitung Kalimantan jadi ide ini sudah datang lama. Cuma Bung Karno memilih Palangkaraya," jelas Emil.

"Di mana di Kalimantan tidak ada gunung berapi, jauh dari laut, sehingga pada teori pertahanan kalau ada negara nyerang dari laut pasti jauh kira-kira, akhirnya diputuskan. Sekarang mungkin ada pertimbangan lain," demikian Ridwan Kamil. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA