Begitu dikatakan Ketua DPR RI Puan Maharani menyikapi kabar kemunculan fenomena joki karantina yang jasanya dipakai orang yang baru melakukan perjalanan luar negeri atau bahkan orang terkonfirmasi positif Covid-19.
Dikatakan Puan, joki karantina akan berbahaya bagi masyarakat secara luas karena akan mempersulit deteksi sebaran Covid-19. Termasuk juga, membahayakan kesehatan joki dan keluarganya.
“Kejarlah rezeki dengan cara-cara yang baik, tanpa harus mengorbankan keselamatan orang lain. Ingat keluarga yang ada di rumah, karena mereka juga bisa menjadi korbannya,†ujar Puan dalam keterangan tertulis, Jumat (7/1).
Selain soal joki, mantan Menko PMK ini, juga menyoroti adanya berbagai pelanggaran lain yang dilakukan selama proses karantina.
“Banyak juga ditemukan peserta karantina yang melakukan interaksi dengan orang lain saat masih menjalani karantina seperti dengan driver ojek online, penjual makanan, bahkan keluarga dan teman-temannya. Ini tidak boleh dilakukan karena juga sangat bahaya dan merugikan,†terangnya.
Lebih lanjut, Ketua DPP PDIP ini mengimbau kepada petugas pengawasan di pintu masuk luar negeri, untuk betul-betul cermat dalam menjalankan tugas memantau pelaku perjalanan internasional yang baru datang ke Indonesia.
“Maka ketegasan petugas menjadi kunci. Jangan sampai abai dengan aturan, dan jalankan tugas-tugas sesuai ketentuan yang berlaku. Ini untuk kebaikan kita bersama,†demikian Puan.
BERITA TERKAIT: