Puan Minta Vaksin Booster Diberikan Gratis untuk Rakyat Kecil dan Prioritaskan Lansia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Selasa, 04 Januari 2022, 17:18 WIB
Puan Minta Vaksin <i>Booster</i> Diberikan Gratis untuk Rakyat Kecil dan Prioritaskan Lansia
Ketua DPR RI Puan Maharani/Net
rmol news logo Pemerintah bakal memberlakukan vaksin booster pada pekan depan. Meski sudah ada daerah yang mengeluarkan vaksin booster berbayar, diharapkan pemerintah mau mengeluarkan vaksin booster untuk rakyat kecil secara gratis.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani ikut mendukung program booster vaksin Covid-19 yang sebentar lagi akan dilaksanakan Pemerintah dan berharap agar booster vaksin bisa diberikan secara gratis untuk masyarakat.

“DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program booster vaksin Covid-19. Dan kami harapkan booster vaksin diberikan tanpa ada pungutan bayaran,” kata Puan, Selasa (4/1).

Meski vaksin booster masih menunggu hasil riset Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Puan meminta pemerintah agar mengutamakan keselamatan masyarakat.

“Pemerintah harus menjamin keselamatan masyarakat. Karena itu vaksin booster perlu diusahakan gratis untuk warga, terutama rakyat kecil,” imbuhnya.

Meski begitu, Puan menilai Pemerintah bisa menyiapkan opsi lain sesuai dengan kemampuan Negara. Apabila dirasa perekonomian masih belum bisa menutupi program booster vaksin, Pemerintah disebut bisa membuat program booster berbayar bagi kalangan menengah ke atas.

“Tapi prinsip yang utama, vaksin booster harus gratis karena vaksin adalah kebutuhan dasar rakyat yang merupakan tanggung jawab negara,” tegasnya.

Mantan Menko PMK ini menambahkan program booster vaksin perlu diprioritaskan kepada kelompok lansia peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan non-PBI.

Dalam hal ini, DPR RI berharap Pemerintah memperhatikan betul data peserta PBI BPJS Kesehatan, mengingat kelompok masyarakat ini paling sulit mendapatkan akses kesehatan.

“Pastikan seluruh rakyat kurang mampu masuk dalam daftar PBI BPJS Kesehatan, baik itu lansia atau golongan umum. Sehingga masyarakat dari kelompok tersebut betul-betul mendapat pelayanan kesehatan, tanpa perlu mengkhawatirkan biaya,” tutupnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA