Tinggalkan 2021, Cak Imin: Sambut Tahun 2022 dengan Sikap Optimis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Jumat, 31 Desember 2021, 22:21 WIB
Tinggalkan 2021, Cak Imin: Sambut Tahun 2022 dengan Sikap Optimis
Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar/Net
rmol news logo Banyak peristiwa sepanjang tahun 2021 yang memberikan dampak serius bagi tata ekonomi politik Indonesia belakangan ini. Yang paling kentara pandemi Covid-19 yang setidaknya memakankan korban nyawa 144.088 orang.

Wakil Ketua DPR Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, pandemi juga menyebabkan porak porandanya perekonomian masyarakat.

”Bangsa ini menghadapi kesulitan yang luar biasa sepanjang tahun ini. 2021 segera berlalu, Tahun 2022 segera datang. Kita menyambutnya dengan semangat dan sikap optimistis,” ujar Cak Imin kepada wartawan, Jumat (31/12).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, meski bangsa ini harus bersikap optimistis dan percaya kekuatan sendiri, namun tidak boleh berpuas diri dan bersantai dengan keadaan saat ini.

"Meski Bank Dunia dan IMF menyatakan ekonomi Indonesia tahun 2022 akan pulih mendekati keadaan sebelum pandemi, namun kita harus tetap berfikir inovatif dan membuat terobosan baru,” katanya.

Bank Dunia memproyeksikan perekonomian Indonesia bakal pulih setelah mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19 sejak 2020.

Pada 2021, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 3,7 persen. Proyeksi pertumbuhan ekonomi tersebut dengan asumsi Indonesia tidak mengalami gelombang baru Covid-19 yang lebih parah.

Pada 2022, Bank Dunia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia meningkat 5,2 persen dan 5,1 persen pada 2023.

Proyeksi tersebut berdasarkan asumsi program vaksinasi akan terus dilakukan dengan harapan sebagian besar provinsi bisa mencapai tingkat vaksinasi hingga 70 persen pada 2022 dan dengan catatan Indonesia tidak akan mengalami gelombang baru Covid-19 yang lebih parah.

Sementara Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia bisa tumbuh menjadi 3,2 persen pada tahun 2021, dan naik 5,9 persen pada 2022.

Cak Imin berharap, pandemi Covid-19 benar-benar berakhir sehingga bangsa ini bisa menata masa depan yang lebih baik lagi di masa-masa mendatang.

”Pemulihan dari pandemi bukan hanya pemulihan ekonomi, atau naiknya angka-angka PDB (produk domestik bruto), tetapi juga pemulihan sosial ekonomi,” tutupnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA