Selain prokes kepada masyarakat lebih diketatkan dan operasi prokes sewaktu-waktu juga digalakkan, Pemkot juga menyiagakan kampung-kampung tangguh yang tersebar di berbagai penjuru Kota Pahlawan.
"Kami lebih menggencarkan prokes dibantu oleh Kapolrestabes, TNI, dan jajaran 3 pilar. Operasi prokes dan swab massal tetap kami lakukan pada waktu-waktu tertentu," kata Kepala BPB Linmas Kota Surabaya yang sekaligus Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto diberitakan
Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (18/12).
Irvan juga memastikan Pemkot Surabaya mengaktifkan dan menggerakkan kembali Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo. Hal ini diperintah langsung oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.
"Satgas kampung wani ini tetap diberdayakan untuk tetap waspada, kemudian mengantisipasi dan melaporkan warganya, terutama yang melakukan perjalanan dari luar kota dan luar negeri," katanya.
Bagi warga yang melakukan perjalanan dari luar kota maupun luar negeri juga akan lebih diawasi. Bahkan satgas kampung wani akan berperan mengawasi dan mencatat warga yang telah melakukan perjalan dari luar kota maupun luar negeri itu.
Meski begitu, Pemkot Surabaya tidak melarang masyarakat dalam beraktivitas dengan catatan harus tetap mengedepankan protokol kesehatan.
"Setiap kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan mengumpulkan orang banyak, diminta rekomendasi ke satgas. Supaya dipastikan pelaksanaannya itu betul-betul menjalankan prokes," tandasnya.
BERITA TERKAIT: