Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai hasil survei tersebut tak akan mengubah Partai Gerindra untuk tetap mengusung capres dari internal.
Sebab, Gerindra merupakan partai besar dan tentu mengejar efek "ekor jas" jika mengusung capres dari partainya. Baik itu Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Gerindra maupun Sandiaga Uno.
"Semua tergantung Prabowo. Beliau ketum partai dan Menhan. Gerindra surplus kader. Ada Prabowo dan Sandi. Yang penting Gerindra majukan capres sendiri biar dapat efek 'ekor jas'," kata Adi Prayitno kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (13/12).
Namun demikian, Adi Prayitno menuturkan, jika mengacu hasil survei nasional paling mutakhir, elektabilitas Prabowo Subianto cenderung stagnan.
"Belum mencapai angka psikologis di atas 30 persen minimal," jelasnya.
Atas dasar itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini meyakini bahwa Partai Gerindra tetap akan mengusung capres dari internal partainya pada Pemilu 2024 mendatang.
"Gerindra pasti harga mati usung kadernya sendiri maju capres. Itu alamiah dalam politik. Apalagi dalam dua kali Pilpres Gerindra majukan Prabowo," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: