Program pelatihan dilakukan mulai dari cara mengunggah barang yang akan dijual, memilih foto menarik di
e-commerce dan cara membuat akun
online shop.
Dengan memasarkan produk melalui internet, diharapkan cakupan untuk memasarkan produk tersebut bisa lebih luas.
Selain memberikan pelatihan, mereka juga menyalurkan bantuan berupa bahan kain untuk pengrajin. Sedangkan kepada salah satu penjual yang kebetulan penyadang disabilitas tunanetra, diberikan juga bantuan modal.
Sahabat Ganjar NTB, Benny Siagusman menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan program Ganjar Pranowo untuk mengangkat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar mendapat perhatian lebih.
“Dengan materi mengenai penyuluhan marketing online, diharapkan para penjual kain tenun di Desa Sukarara siap berjualan secara daring dan produk dari desa ini bisa dikenal secara luas,†ucap Benny.
Usai memberikan pelatihan, Sahabat Ganjar berkesempatan bertemu dengan Tetua Adat Sasak di Desa Sade. Saat tiba di sana, relawan Sahabat Ganjar langsung disambut dengan Tari Peresean.
Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
BERITA TERKAIT: