Pembentangan bendera Merah Putih berukuran 10 x 20 meter persegi tersebut pun disambut antusias oleh ratusan masyarakat adat yang hadir di lokasi.
Bunyi pukulan alat musik tradisional Papua dengan mengiringi lagu-lagu adat Marind Anim ditambah sorak gembira anak-anak sekolah dasar yang berjejer di sepanjang bibir pantai semakin menambah hikmat upacara pembentangan bendera raksasa yang telah disiapkan oleh masyarakat adat Marind Imbuti sejak jauh-jauh hari.
Hingga akhirnya tepat pada pukul 14.00 WIT, bendera Merah Putih berukuran raksasa itu untuk pertama kalinya membentang di Pantai Imbuti dan langsung disambut dengan sorak sorai masyarakat yang hadir.
Sambil bercucuran air mata, Ketua Adat Marind Imbuti, Amatus Wanna Gebze, mengaku bangga kepada seluruh masyarakat adat Imbuti atas terlaksananya kegiatan pengibaran bendera Merah Putih berukuran raksasa di wilayah pantai Imbuti.
Ia mengatakan, hal tersebut adalah suatu aksi spontanitas yang dilakukan oleh masyarakat adat Marind Imbuti sebagai ekspresi kecintaan mereka kepada bangsa dan negara Indonesia.
Namun begitu, dirinya sangat berharap kepada pemerintah agar dapat secara konsisten memperhatikan nasib dan masa depan masyarakat Malind Imbuti.
"Tolong perhatikan kami, ke depan kami punya anak-anak agar menjadi generasi yang dihormati dan dapat menjadi masyarakat yang berbakti bagi nusa dan bangsa," ujar Amatus Wanna, dikutip
Kantor Berita RMOLPapua, Selasa (17/8).
Ia berharap, apa yang dilakukan oleh suku Marind Imbuti ini dapat dimaknai sebagai wujud rasa cinta mereka terhadap NKRI yang kemudian ditiru oleh seluruh masyarakat.
“Saya sebagai Ketua Adat Marind Imbuti berharap, semoga di usianya yang baru ini masyarakat dapat melakukan yang terbaik untuk negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: