
Lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir telah membuat publik dipenuhi rasa khawatir. Bukan hanya khawatir tertular, tapi juga ada kekhawatiran negara tidak mampu mengatasi dengan baik.
Kepala Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat Andi Arief menilai bahwa idealnya dalam kondisi darurat seperti saat ini, Presiden Joko Widodo yang turun langsung menangani pandemi. Tapi kenyataannya, Jokowi justru memilih menjadi orang di balik layar.
“Berhubung memilih di belakang layar, kini ditunjuk menteri senior Pak Luhut sebagai komandan,†ujarnya kepada redaksi, Kamis (8/7).
Menurutnya, penunjukan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai komandan perang masih belum lengkap. Mengingat latar belakang Luhut yang bukan di bidang kesehatan atau penanganan sebuah wabah penyakit.
Atas alasan itu, Andi Arief menyarankan Presiden Joko Widodo untuk memberi komandan tambahan yang mendampingi Luhut Pandjaitan. Di mana komandan tambahan itu memiliki kemampuan berperang melawan corona secara saintifik.
“Menurut saya harus ada komandan tambahan seorang dokter ahli virus yang kerjanya menjelaskan/merekom secara scientifik perang ini,†tutupnya.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: