Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Muslimin Tanja menjelaskan tingkat elektabilitas PDIP berada di atas partai-partai besar lainnya, yaitu mencapai 22,3 persen.
Sementara di posisi kedua diisi Partai Gerindra dengan elektabilitas sebesar 13,4 persen, disusul PKB dengan tingkat elektabilitas 9,2 persen dan Partai Golkar sebesar 8,4 persen.
Selain itu, ada PKS diurutan kelima sebesar 7,4 persen, keenam Partai Demokrat (5,3 persen), Partai Nasdem (4,3 persen), PPP (2,8 persen), PAN (1,8 persen), dan partai lainnya masih di bawah 1 persen.
"Sementara 23,4 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab," kata Muslimin saat rilis survei yang digelar virtual pada Minggu (23/5).
Muslimin menambahkan, elektabilitas PDIP yang tinggi juga karena dianggap bersih dari korupsi. Dalam surveinya, Puspoll mengujiparpol yang paling bersih dari kasus korupsi. Hasilnya, partai berlambang banteng ini mendapat anggapan positif dari banyak respon.
"Kalau misalnya diuji siapa sih yang paling bersih dari kasus korupsi dan pro pemberantasan korupsi? Itu PDIP masih tertinggi, 15,7 persen," terangnya.
Di bawah PDIP, parpol yang juga dianggap bersih adalah Gerindra sebesar 10 persen, PKS (7,8 persen), PKB (7,6 persen), Partai Golkar (6,4 persen), Partai Demokrat (4,6 persen), Partai Nasdem (3,8 persen), PPP (2,4 persen), dan Partai Amanat Nasional (0,8 persen).
Survei Puspoll Indonesia ini dilakukan pada periode 20-29 April 2021, dengan sampel sebanyak 1.600 responden yang tersebar di 34 provinsi.
Sedangkan, metode yang dipakai wawancara tatap muka dengan kuesioner terstruktur.
Adapun survei ini menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error ± 2,45 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
BERITA TERKAIT: