
Aktivis hak asasi manusia, Natalius Pigai mengklaim memiliki andil besar dalam keputusan Presiden Joko Widodo yang mencabut lampiran investasi industri minuman keras dalam peraturan presiden (Perpres) 10/2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Meski tak menjelaskan secara gamblang, namun cara yang dilakukan Pigai bukan langsung bertemu presiden dan membahas poin per poin dalam Perpres 10/2021, melainkan membungkam para pendengung atau
buzzer.
"Kalau saya tidak bungkam tokoh utama
buzzer, maka mungkinkah Perpres Miras dibatalkan?" kata Natalius Pigai dikutip redaksi dari akun Twitternya, Kamis (4/3)
Cara tak biasa inilah dianggapnya lebih baik dibanding tokoh-tokoh lain yang dinilainya hanya bicara tanpa eksekusi.
"Kemampuan berfikir saya jauh lebih brilian dari tokoh-tokoh nasional yang
inbox sambil tegur saya seakan-akan tahu strategi. Yang tahu taktik dan strategi itu hanya dipunyai orang yang berasal dari dunia perang!" demikian mantan Komisioner Komnas HAM ini.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: