Habiburokhman mengaku telah bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana. Dalam pertemuan itu, ia meminta 11 kader PII tersebut dibebaskan.
"Kami dalam rangka menindaklanjuti pemberitahuan dari teman-teman PII, Pelajar Islam Indonesia, terkait penangkapan terhadap aktivis PII kemarin," terang Habiburokhman seperti diberitakan
Kantor Berita RMOLBanten.
"Alhamdulillah tepat pukul 23.55 WIB, teman-teman PII, GPI dan GPII yang kemarin ditangkap di Menteng bebas semua bisa berkumpul kembali bersama keluarga," sambung Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra ini.
Selain bersyukur para mahasiswa dibebaskan, ia juga berharap mereka tidak terpapar Covid-19.
Menurut Habiburokman, 11 kader tersebut merupakan korban salah tangkap. Dia memastikan 11 orang tersebut tidak terlibat dalam kerusuhan di demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja. "Insya Allah (11 kader PII) tidak terlibat," imbuh Habiburokhman.
Dirinya memaklumi adanya salah tangkap yang sempat dilakukan oleh aparat dan hal itu menjadi konsekuensi ketika mengamankan aksi massa. Selain membebsakan, ia juga menyebutkan aparat kepolisian akan mengganti kantor Sekretariat PII yang sempat dirusak ketika mengamankan 11 kader tersebut.
"Pak Kapolda tadi bilang yang rusak-rusak akan diperbaiki. Jadi respons Pak kapolda cukup memuaskan kamilah," demikian Habiburokhman.
BERITA TERKAIT: