Menurut pengamat politik dan komunikasi Universitas Negeri Karawang (Uniska), Eka Yusup, situasi tersebut akan memberi keuntungan tersendiri bagi kandidat petahana yang relatif sudah dikenal oleh warga, termasuk di Pilbup Karawang.
“Jelas sangat menguntungkan pihak
incumbent,†ujar Eka kepada
Kantor Berita RMOLJabar, Selasa (13/10).
Meski para kandidat Bupati dan Wakil Bupati masih bisa melakukan kampanye melalui media sosial, Eka meragukan metode kampanye daring akan efektif karena tak semua masyarakat Karawang memiliki smartphone atau mengakses internet dari personal computer (PC). Apalagi, lanjutnya, penetrasi internet di Kabupaten Karawang belum optimal.
“Internet belum menjangkau ke pelosok-pelosok desa. Selain itu kebanyakan warga yang sudah berusia lanjut memang
gaptek (gagap teknologi) dengan internet atau android,†katanya.
Masih kata Eka, kondisi ini menuntut para calon buapti selain
incumbent untuk bekerja ekstra keras meraih kepercayaan publik.
BERITA TERKAIT: