Hal tersebut ditegaskan Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam wawancara khusus bersama DPP Partai Gerindra yang dikutip redaksi, Senin (12/10).
"Niat pimpinan, presiden, niat pemerintah justru ingin segera mengatasi ini dengan upaya dan kiat untuk mengurangi hambatan-hambatan yang bisa membuat lambat kebangkitan ekonomi," kata Prabowo Subianto.
Dijelaskan, keberadaan wabah Covid-19 di Tanah Air tak dipungkiri telah berdampak besar terhadap penurunan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata di mana banyak karyawan hotel yang terancam, atau bahkan sudah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta di sektor lainnya termasuk perusahaan jasa, dan lainnya.
"Memang buruh itu korban. Kita memahami ini, jadi ini kadang-kadang suatu dilema, katakanlah buah simalakama. Kita mau bantu buruh, sekarang dan semua yang sulit tidak hanya buruh. Ada orang yang tidak (bekerja) di pabrik, kerja dia kerja harian. Tukang gunting rambut, ada tukang kaki lima, soto, dan sebagainya. Dengan Covid orang takut, tidak belanja," lanjut Prabowo.
Ia mengaku sangat memahami apa yang menjadi tuntutan para buruh saat ini. Namun di sisi lain, tak bisa diabaikan kondisi negara sedang kesusahan.
"Sekarang ini pandemi Covid-19 sangat berbahaya. Ini wabah dunia, ini katakanlah mengguncangkan ekonomi dunia. PHK itu di mana-mana seluruh dunia. Jadi saya paham buruh merasa paling terkena dan mereka korban daripada ini semua," demikian Prabowo.
BERITA TERKAIT: