Demikian yang disampaikan pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas), Andi Yusran, saat berbincang dengan
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (12/8).
Menurut Andi, hal ini terjadi akibat kesalahan dari kebijakan desentralisasi yang diluncurkan di awal masa reformasi.
"Sejatinya, jika desentralisasi berjalan secara baik maka akan terjadi pemencaran sentra-sentra ekonomi nasional di berbagai wilayah di Indonesia. Tidak bertumpu di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jateng, dan Jatim," jelasnya.
Imbasnya, ketika epicentrum ekonomi tersebut menjadi epicentrum pandemik seperti yang terjadi saat ini, maka ekonomi nasional langsung ikut berkontraksi.
"Pandemik Covid-19 sebenarnya ingin menegur Pemerintah untuk memperbaiki kebijakan desentralisasinya," pungkas Andi Yusran.
BERITA TERKAIT: