Rahmad Handoyo: Ironis, Seharusnya Orang Kantoran Paham Protokol Kesehatan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 29 Juli 2020, 07:45 WIB
Rahmad Handoyo: Ironis, Seharusnya Orang Kantoran Paham Protokol Kesehatan
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo/Net
rmol news logo Tren perkantoran sebagai klaster baru penyebaran virus corona adalah sebuah ironi. Pasalnya, perkantoran dihuni oleh orang yang berpendikan dan memahami bagaimana protokol kesehatan Covid-19.

“Semestinya mereka sudah paham bagaimana seharusnya menyikapi ancaman Covid-19 ini. Tapi kan kenyataannya, banyak perkantoran yang kini menjadi klaster baru, khususnya di Jakarta," kata anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (29/7).

Sebelum vaksin ditemukan, sambungnya, kunci kemenangan dalam perang melawan Covid-19 hanya satu, yakni displin yang tinggi. Mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah, menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

"Kalau, protokol kesehatan, misalnya jaga jarak, penggunaan masker dan anjuran untuk mencuci tangan pun terabaikan atau dianggap remeh, ya itu namanya keteledoran. Ya begini jadinya," katanya.

Maraknya penyebaran covid diperkantoran ini merupakan keprihatinan bersama. Semua pihak, dalam hal ini pihak perusahaan, karyawan harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan.

“Mulailah mendisplinkan diri sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Kenyataan yang menghawatirkan ini harus jadi proses pembelajaran bersama agar kasus klaster perkantoran ini tidak meledak kembali dan semakin parah," katanya.

Rahmad Handoyo mengatakan bahwa masih sering dalam rapat di kantor jarak di antara peserta terabaikan. Sering juga, saat berbicara masker sengaja dibuka. Hal-hal sepele seperti ini justru berpotensi menjadikan penyebaran virus corona dari orang terpapar tanpa gejala (OTG).

“Akhirnya, perusahaan jadi klaster baru,” katanya.

Klaster perkantoran menyumbang angka kasus infeksi Covid-19 terbanyak di Indonesia.

Di Jakarta, ada 59 Kantor  terpapar Covid-19. Dari ke-59 klaster kantor tersebut di antaranya ada 17 kementerian.

Jurubicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan perkantoran kini menjadi salah satu klaster penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia.

"Sekarang marak perkantoran dimana ada kenaikan kasus dari klaster perkantoran," kata Wiku. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA