Tak hanya itu, menurut aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Hermawanto, hal itu juga menjadi bukti sebagian besar masyarakat taat menjalani kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah.
"Bukti kemenangan paripurna umat Islam melawan nafsu, menghindari mudhorot yang lebih besar, menghindari risiko penyebaran wabah yang meluas dan dalam rangka menjaga nyawa manusia (
hifdzun nafs) yang merupakan bagian dari tujuan hadirnya Islam di muka bumi (
maqashidus syariah)," ucap Hermawanto kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (24/5).
Kesabaran umat Islam di Indonesia menghadapi wabah yang terus meluas di tengah kegamangan pemerintah menghadapi corona, kata Hermawanto, juga menunjukkan tingkat keimanan pribadi yang bertakwa, yang menjadi tujuan dihadirkannya perintah puasa oleh Allah SWT.
"Kesabaran, ketawakalan, solidaritas umat Islam pada kondisi saudaranya yang dalam kesulitan dan tetap menjalankan puasa di tengah wabah corona bukti kemenangan pribadi muslim paripurna," katanya.
"Sebagai bangsa, kita bangga memiliki aset besar, umat Islam yang bertaqwa telah membuktikan solidaritas kemanusiaan, walaupun terpisahkan oleh jarak, meninggalkan tradisi mudik sebagai budaya, bahkan rela berdiam diri di rumah tanpa bersosialisasi dengan manusia lain yang merupakan kodrat sebagai mahluk sosial," tandas praktisi hukum Universitas Brawijaya ini.
BERITA TERKAIT: